Monday, March 9, 2009

Kepada mahasiswa yang ingin memilliki penghasilan sendiri sambil berkuliah,

Apakah anda memiliki keinginan untuk membayar uang kuliah anda  sendiri baik karena orang tua anda tidak mampu membiayai anda lagi ataupun anda merasa ingin hidup mandiri dan tidak ingin  menyusahkan  orangtua anda lagi, memiliki keinginan yang besar ingin segera membantu kehidupan ekonomi keluarga dan orangtua anda, adik masih membutuhkan biaya sekolah dan anda ingin membantu orangtua anda, ingin memiliki penghasilan tetap sambil kuliah dan tidak kuatir masa depan anda setelah kuliah.

Jika demikian ini adalah surat yang khusus ditujukan untuk anda para sahabat yang pernah mengalami hal yang sama seperti yang saya alami. Mungkin menemukan surat ini adalah jawaban dari doa-doa yang telah anda panjatkan. Seperti saya dahulu mendoakan perbaikan kehidupan bagi diri saya dan keluarga saya.

 Kini hidup saya telah berubah 180 derajat, BAGAIMANA SAYA dari seorang MAHASISWA BIASA  yang tidak punya uang sama sekali bahkan untuk makan dan membiayai skripsi, saya menjadi seorang ENTREPRENEUR BERPENGHASILAN  per tahun minimal Rp100.000.000,- (sekarang saya juga sedang merencanakan mengembangkan bisnis ini, sehingga memiliki penghasilan minimal Rp100.000.000,- bukan per tahun tapi per bulan) dengan waktu kerja yang bisa saya sesuaikan sendiri dan memulai PERJALANAN BISNIS &BERSENANG-SENANG KELILING INDONESIA.

Saya Felicia Wiwih, lulusan dari jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik, Universitas Padjadjaran Bandung.  Awalnya saya merasa enggan berkuliah mengingat keuangan keluarga yang pas-pasan namun semangat saya untuk melanjutkan ilmu ke jenjang yang lebih tinggi sebenarnya menggebu-gebu. Apalagi pada tahun 1999 saya lulus UMPTN dan diterima di HI UNPAD yang merupakan cita-cita saya agar bisa berkuliah di universitas negeri seperti yang sudah dilakukan saudari sepupu saya Kak Vera sehingga kakek saya sangat bangga padanya dan digembar-gemborkannya pada semua orang. Aku juga sangat ingin membuat kakekku bangga padaku.

Di perkuliahan dengan biaya yang pas-pasan kadang-kadang membuat aku ketar-ketir dalam hati apakah nanti aku masih bisa membayar uang kuliah sedangkan untuk makan juga aku tidak punya jaminan.

Puncaknya adalah pada saat di akhir perkuliahanku yaitu pada saat skripsi yang membutuhkan biaya sangat besar untuk rental komputer dalam mengerjakan skripsi dan memprint serta biaya bolak-balik ke dosen serta setelah diperiksa kemudian diganti yang masih salah-salah dan diprint lagi. Belum lagi kepikiran biaya untuk sidang dan wisuda nanti yang besar. Jadinya aku bingung! Kalo aku mau melamar kerja aku belum selesai kuliah apa bisa? jadi aku tidak tau bagaimana caranya untuk mendapatkan uang untuk membayar biaya-biaya tersebut.

Sehingga pada suatu hari adikku Monica di Jakarta mengatakan bahwa ia ikut Oriflame dan membawa katalognya pada teman2nya dan teman2nya memesan darinya dan ia mendapat uang dari selisih harga katalog dengan harga member sebenarnya yang dibayarkan ke Oriflame. Apa adikku mendapat uang?! Padahal aku kakaknya belum pernah menghasilkan uang sepeser pun dalam hidupnya.

Walaupun ada keingintahuan sedikit tentang Oriflame, pada saat adikku itu mengajakku untuk katanya bertemu dengan Directornya di Oriflame dalam sebuah acara pertemuan sederhana tentang peluang Oriflame aku agak ogah-ogahan mengingat aku tidak suka dengan make up. Aku sangat suka jika masuk ke sebuah ruangan pertemuan dalam sebuah acara yang menarik perhatianku pasti aku memilih duduk di depan. Namun aku ingat sekali pada saat itu aku duduk paling belakang sambil berpangku tangan dan tidak berminat dengan apa yang pembicara bicarakan di depan. 

 Tapi  diluar apa yang kuduga apa yang  dibicarakan di depan oleh upline Directorku ibu Suyeni sangat mencengangkan bahwa ia memperinci keuntungan-keuntungan yang ternyata besar yang bisa kita dapat di oriflame dan cara mendapatkannya dengan mudah. Dan yang paling aku suka adalah bagian bonus uang yang bisa kita dapatkan bersama tim kita.

Waktu itu beliau bercerita bahwa ia mendapatkan cash award 14 juta, sekarang cash award beliau sudah lebih dari 46 juta. Aku awalnya agak kurang percaya padanya karena bonus reward yang diberikan begitu luar biasa dengan cara yang ternyata bisa kulakukan, sehingga hari itu aku tidak langsung bergabung dan memikirkannya benar tidaknya perkataan beliau tentang  bonus uang yang bisa didapatkan dan apakah perusahaan Oriflame itu resmi dan benar akan memberikan bonus jika aku sudah berusaha dan mencapai yang ditentukan.

 Pertimbangan baik buruknya jika aku bergabung Oriflame membuat aku tidak bisa tidur semalaman dan paginya aku memutuskan untuk bergabung secepatnya. Keputusan yang benar-benar telah mengubah hidupku 180 derajat.

 Tapi tidak semudah yang kupikirkan banyak jatuh-bangunnya aku dalam menjalankan Oriflame, maka aku memutuskan untuk membagikan cara-cara yang mudah diaplikasikan agar sukses secepatnya di Oriflame dalam sebuah training lewat e-mail pada downline-downlineku.

Tapi jatuh bangunnya aku di Oriflame tidak ada artinya dengan kehidupan yang aku rasakan sekarang. Oriflame telah mengubah hidup saya dari seorang yang kemungkinan lulusnya sangat kecil karena tidak punya biaya untuk meneruskan skripsi saya menjadi seorang yang bisa membiayai kuliah dan skripsi sendiri hingga LULUS!Senangnya!
 
    Lebih dari itu sekarang saya punya penghasilan di atas rata-rata penghasilan seorang fresh graduate dengan waktu kerja yang bisa saya sesuaikan sendiri, walaupun tentu hal ini membutuhkan disiplin dan motivasi diri yang lebih daripada seorang yang bekerja dengan orang lain karena tidak ada yang marah-marah jika kita tidak mau bekerja hari itu ataupun tidak ada ancaman dipecat jika tidak masuk karena sejak bergabung oriflame saya adalah pengusaha yang mandiri, namun dengan support dari perusahaan oriflame dalam segi produk, pelayanan dan pengiriman sehingga saya tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk membeli stok produk dan membayar pegawai.


Serta dalam bidang mengembangkan organisasi penjualan dengan sistem reward yang dirancang oriflame saya diajarkan dan dibimbing cara pengembangannya oleh orang yang memperkenalkan oriflame pada saya karena beliau juga memiliki kepentingan agar saya sukses karena jika saya sukses maka beliau juga sukses sehingga tercipta lingkungan kerja yang saling menguntungkan. Seberapa besar yang ingin saya dapat hanya ditentukan oleh sejauh mana saya mau melangkah. 

Ini statement bonus uangku yang dikirim oleh Oriflame bulan Desember



Ini print-an BCAku  Januari 09, Yang Rp9.905.951 itu adalah transferan bonus uangku dari Oriflame untuk bulan desember 2008 setelah dikurangi pajak penghasilan


Dengan bimbingan dari ibu Suyeni, orang yang mengajak saya bergabung di Oriflame kini saya sudah mencapai impian saya bisa membantu keuangan orang tua saya dan bahkan saya bisa membantu permodalan kerja mama saya yang senang membuat boneka yang kemudian bisa menjualnya.

 

Foto dari kiri ke kanan: Boneka-bonekanya mamaku, mamaku sedang packing boneka-bonekanya, beberapa orang yang membantu mamaku membuat boneka.

Waktu saya sibuk kebanyakan adalah di hari sabtu dan minggu yang kebanyakan dipakai untuk mengadakan acara bersenang-senang belajar make up bersama dan memperkenalkan peluang bisnis Oriflame kepada banyak orang yang mudah-mudahan bisa mengubah hidup mereka juga seperti halnya saya sudah berubah hidupnya. Di hari biasa kadang saya juga mengadakan acara-acara semacam itu tapi lebih kecil lagi dan juga bersenang-senang menghabiskan waktu bersama keluarga saya di rumah bersama mama, papa dan adik saya Monica. Yang tidak mungkin bisa saya lakukan jika saya adalah seorang pekerja kantoran.


    Hal yang saya senangi juga adalah karena Oriflame tidak mengenal batas-batas daerah saya juga bisa mengembangkan Oriflame di daerah-daerah lain seluruh Indonesia dan dunia. Saya punya teman yang sukses menjalankan Oriflame di Medan, Tasik, Belitung, Ciamis, Sumedang, Bandung, Lampung  dan masih banyak lagi. Saya juga mengunjungi mereka dalam rangka membuat mereka lebih mengerti lagi tentang Oriflame sehingga mereka bisa lebih sukses lagi dan dalam rangka perjalanan bisnis tersebut , saya juga berjalan-jalan dan bersenang-senang di tempat-tempat baru. Antara lain waktu saya jalan-jalan ke Medan saya mampir dan jalan-jalan di Brastagi dan Danau Toba


Pada saat aku ke lampung aku membelikan oleh-oleh durian dan krupuk Bangka pada orangtuaku. Duriannya ternyata sampai di rumah karena terlalu matang jadi busuk.


Pada saat aku ke Tasik aku sempat memotret tugu dan mesjid agung disana

Walaupun saya tidak bisa make up awalnya, namun sekarang saya juga bisa berpenampilan selalu baik karena sudah bisa make up sendiri bahkan bisa mengajarkan orang untuk tampil lebih baik dengan make up dan perawatan wajah yang alami,trendy, terjangkau, ramah lingkungan serta bergaransi uang kembali.

Dengan semua kesenangan yang aku dapatkan, aku masih menyimpan impian untuk mengejar posisi yang lebih tinggi di Oriflame yaitu menjadi Gold Director yang memiliki cash award  Rp14.000.000,- serta bisa jalan-jalan ke luar negri gratis dari Oriflame setiap tahun.

September 2009 ini Oriflame mengadakan PERJALANAN GRATIS ke ROMA, ITALIA-khusus Gold Director ke atas. Aku mau ikut…!!!

Selain itu aku juga ingin mendapatkan mobil HONDA ALL NEW CRV GRATIS dari Oriflame, yang diberikan khusus untuk Diamond ke atas.

Aku juga punya impian banyak dari mahasiswa bisa hidup mandiri seperti saya. Memang uang bukanlah segalanya, tapi jika tidak punya uang tidak mungkin kan impian seperti lulus dari kuliah dan membantu orang tua terhenti di tengah jalan. Maka  dari itu saya merasa harus bisa membantu lebih banyak lagi orang melalui surat kepada para sahabat ini di internet .

Bagaimana jika kehidupan anda juga bisa berubah menyenangkan seperti saya hidup tanpa bingung mau cari kerja dimana? Karena terus terang saya tidak pernah melamar kerja karena sebagai seorang fresh graduate tidak ada perusahaan yang memenuhi kualifikasi gaji seperti yang sudah saya terima dari Oriflame.

Bagaimana Oriflame berawal ?

Saya mengetahuinya dari www.oriflame.com surat dari dua bersaudara yang sangat luar biasa yang telah mengubahkan hidup banyak orang termasuk saya.

 


How it all started


It all began in 1967 in a tatty two-room office in central Stockholm. We brothers and our then partner, Bengt Hellsten, sat and talked one day about our dream. We wanted to give people the opportunity to benefit from good skin care and attractive cosmetics, and we wanted our products to be inspired by the natural beauty that the world associates with Sweden.

Our concept was by no means an obvious contender for success. Not in the 1960s and especially not in Sweden, where the anti-Vietnam War movement, the greens and the student activists were at their height. “Care” was an important word at that time, but it was not particularly associated with one’s own body and wellbeing.

The office was plain and uninspiring. In the middle there was a rickety ping-pong table on which we packed our products for delivery to our sales consultants. They were an important part of our business concept. Rather than investing in a chain of shops, which would have taken time and been very costly, we decided to move our retail operations into the homes of Swedish consumers. We had sales consultants all over the country, and each and every one of them had the heart and ambition of an entrepreneur. They wanted to be part of a revolutionary new business and earn money from natural skin care. The products were distributed to their homes, and from day one they had a network of potential customers in their friends, colleagues and neighbours.

That, in a nutshell, was our concept. It is 40 years since we first formulated it and it remains unchanged to this day, with one big difference – our entrepreneurs are now found all over the world, from Moscow to Jakarta, Krakow to Lima.

And that, we believe, is where the secret of our success lies. Oriflame has remained true to its original concept of natural Swedish cosmetics and an entrepreneurial culture.

Being part of that revolution in cosmetics has been immensely rewarding to the af Jochnick family. Not merely in terms of financial compensation, but in the belief we have placed in our people and the belief they have held in us.

The people behind Oriflame are the reason for much of the company’s success. But how does one run a company with more than two million entrepreneurs all over the world who speak different languages and hold different values, religious beliefs and political convictions?

The secret here is – culture. A common culture is an invisible bond. It has the power to unite, enthuse and lead people over borders and boundaries that might otherwise separate them. The Oriflame culture gives each person the freedom to set their own targets, income and working hours. It is a culture that is based on respect for and belief in others. We have given millions of people the opportunity to change their lives for the better – an opportunity that many have taken to achieve their dreams. We have given people in Russia, Europe, Asia, South America and Africa the opportunity to start their own business, often in countries where the freedom to do business was discouraged or restricted to a self-appointed elite. In this way, Oriflame has helped tear down walls. We built the first cosmetics factory in Warsaw after the fall of the Berlin Wall, and we were one of the first companies to be given a direct sales licence in India and China.

We have come a long way from that tatty two-room office in Stockholm. We have no plans to change the formula of our success. On the contrary, current trends confirm that our 40-yearold business concept is even more appropriate now than it was then. We are active in those parts of the world with the fastest growth rates, and we are active in the market segment with the greatest growth of all – direct sales.

It is with a mixture of satisfaction and caution that we look forward to the years ahead. The goal is clear – Oriflame’s target is to become the world’s leading direct sales cosmetics company. That journey has begun!

In conclusion, we wish to thank all of you who have at one time or another supported us on our long journey – forwardlooking investors and our fantastic employees who develop, design, market and manufacture Oriflame products. But above all, we would like to thank the generations of sales consultants and leaders all over the world – our business partners – who, we are convinced, will still be with us when we achieve our goal of becoming the world’s leading direct sales cosmetics company.

Thank you.

Jonas and Robert af Jochnick

Siapa aja sih orang-orang yang udah sukses di Oriflame? Banyak banget, ini saya lampirkan beberapa di antaranya:

Prestasi pemuda yang akrab dipanggil dengan nama Yudistira ini sungguh mengagumkan. Terbukti dengan usianya yang relatif muda, beliau dapat menjadi salah satu Consultant dengan posisi tertinggi di Surabaya. Selama 3 tahun terakhir, semenjak kepulangan beliau menempuh kuliah S2 di Inggris, beliau berhasil membantu teman-temannya untuk sukses di bisnis ini, sehingga posisi beliau meningkat pesat; dari seorang Director menjadi Double Diamond Director.

Awal mula mengikuti bisnis Oriflame
Perjalanan bisnis pemuda ini dimulai pada saat kuliah di salahs atu perguruan tinggi ternama di Surabaya. ”Awalnya hanya iseng. Saya terjun ke dalam bisnis ini karena direkomendasikan oleh kakak dan ibu saya”, demikian penuturan pemuda ini dengan tersenyum lebar. Di dalam perjalanan karirnya, beliau sempat tergoda untuk bekerjasama dengan perusahaan direct selling lainnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan semakin pahamnya beliau akan bisnis seperti ini, semakin yakinlah beliau bahwa Oriflame adalah pilihan yang terbaik.

”Oriflame adalah perpaduan sempurna antara perusahaan yang stabil dan kokoh, produk yang unggul dan dinamis, sistem penghargaan yang fantastis, dan dukungan manajemen yang luar biasa”, demikian tutur pemuda ini dengan mantap dan bangga.

Bekerja penuh di Oriflame
Pemuda yang luar biasa ini sangat bersyukur dapat mengenal bisnis Oriflame. ”Biaya kuliah di luar negeri adalah salah satu bentuk jerih payah saya di bisnis Oriflame. Lebih hebatnya lagi, pada saat kuliah di luar negeri, saya benar-benar merasakan apa yang sering disebut dengan passive income”, tuturnya dengan berapi-api. Hal ini jugalah yang membuat beliau semakin memantapkan hati dan memutuskan untuk full-time menggeluti bisnis Oriflame.

”Bisnis ini adalah bisnis yang sangat mulia. Saya dapat membantu kehidupan ekonomi dan pribadi teman-teman saya”, tuturnya. Sebagai penghargaan atas apa yang telah dilakukannya dengan komitmen tinggi dan semangat pantang menyerah, beliau dapat membawa orang tuanya untuk menikmati perjalanan eksklusif ke luar negeri bersama dengan Oriflame dua kali dalam setahun.

Selain perjalanan eksklusif ke luar negeri dan bonus puluhan juta setiap bulannya, pemuda ini juga merasakan adanya perubahan positif di dalam sikap dan mental beliau. ”Saya merasa bahwa menjadi lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Selain itu sikap mental dan cara pandang saya juga menjadi lebih positif, sehingga saya merasa bahwa kehidupan saya menjadi jauh lebih baik,” tuturnya.

“Saya bahagia karena saya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan menjadi yang terbaik di usia muda merupakan sebuah lembaran emas dalam buku hidup saya”


Motivasi awal ikut Oriflame….
Hmmm
… Awal mulanya pas kelas 2 sma
Waktu itu Saya mau beli komik ke Gramedia
Naaa
Pas mikir2 mau beli komik apa, Saya jadi mikir… wah kalau komik melulu yang dibaca bosen juga
paling gitu2 doang
Ya udahh akhirnya cari bacaan lain, yang beda
Yang ga pernah dibaca sebelumnya

Akhirnya Saya mampir ke section BUKU LARIS
dan ngeliat buku berjudul Rich Dad Poor Dad karangan RObert T. Kiyosaki
Tertarik aja liat judulnya..
Coz ada tulisan begini:
Apa yang diajarkan orang kaya pada anak2nya yang tidak diajarkan orang miskin dan kelas menengah

Naa
ampe rumah
WOOOWWW
langsung dapat pencerahan gitu…
Nahhh
waktu itu Saya semangaat banget membacanya
dan saya mulai percaya bahwa menjadi kaya itu bukan suatu hal yang mustahil
menjadi kaya itu masuk akal
saya tinggal mencari aset
dan dari kelas 2 sma sampe 3 sma
saya sibuk mikirin apa aset yang bisa saya bangun tanpa modal besar
sempet mikirin beberapa ide dan menjalankan beberapa ide juga..
dulu pas kelas 3 Sma saya pernah jualan dompet (yang saya buat dari celana jeans bekas di rumah) cuma laku 5 apa 6 biji ya lupa
trus pernah coba jualan tas
dan akhirnya Saya ditawarin oleh temen untuk ikut oriflame

waktu ikut
saya blank dan gak ngerti untungnya brapa
seminggu kemudian saya baru dapat CPL (consultan price list)
dan baru tahu kalau ngerekrut bisa ngasilin duit
tapi saya semangat menjalankan
setelah sebulan baru saya mengerti cara ngitung bonusnya
dan akhirnya perjalanan menuju diamond president pun dimulai…

dulu kerja gak pake sistem kerja
taunya rekrut2 doang
gak ngerti cara jelasin
dulu gak pernah ada acara rutin
mau rekrut jalan sendiri sendiri

dari 6% akhirnya buat acara2 sendiri
trial dan error
banyak putus asa
bulan 1 berhasil 6% dapat 4 downline
bulan 2 turun 3% (kurang 40 poin buat 6%)
bulan 3 balik 6%
bulan 4 9% (bahagia banget bisa tembus 9%)
bulan 5 9%
bulan 6 9%
bulan 7 turuuuuuun 6% (hiks hiks bulan ini saya sempet pengen berhenti oriflame dan akhirnya bener2 gak ngapa2in selama 2 minggu)
bulan 8 12% (ini bulan kebangkitan, saya belajar banyak gimana cara jalanin yang benar)bulan 9 12% tapi poinnya 3,500 BP
bulan 10 18%
bulan 11 18% poin 8000 BP
bulan 12 akhirnya tembus ke 21% bonus Rp 5,500,000,-
Kalau kamu terus merasa senang dan memikirkan kemakmuran dan kesuksesan pasti hal itu akan datang entah dengan jalan apapun

Saya akan berterus terang pada anda bahwa ada harga yang harus anda bayar demi mendapatkan semua itu yaitu uang pendaftaran member Oriflame Rp 39.900,- dan terlebih modal utama anda bukanlah uang tapi kemauan menggunakan waktu dan tenaga anda untuk banyak belajar terutama dari buku-buku yang akan diterima anda pada saat anda bergabung dan lebih baiknya jika anda bergabung dalam grup saya, anda juga akan mendapatkan e-mail training tentang bagaimana cara mendapatkan uang hari ini juga dan mendapat impian anda di masa mendatang.

E-mail training ini langsung anda terima tepat ketika pendaftaran member anda disetujui dari Oriflame.  Anda juga harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mempraktekkan apa yang anda dapatkan dari buku-buku dan e-mail training tersebut. Karena seperti juga dikatakan oleh Goethe: “Pengetahuan itu tidaklah cukup; kita harus mengaplikasikannya!

Tapi saya pikir itu adalah harga yang pantas karena hari sejak anda bergabung anda juga akan sudah menerima kembali uang pendaftaran anda karena anda akan mendapatkan training bagaimana sukses di Oriflame dan menikmati hidup dengan berpenampilan luar biasa dengan Oriflame, bersenang-senang bersama keluarga dan menikmati tempat-tempat baru serta menghasilkan uang yang dapat membantu kehidupan anda dan keluarga.


Jadi jika anda mengambil peluang ini apa ruginya buat anda? Tapi jika anda melewatkan peluang ini kemungkinan anda melewatkan peluang mendapatkan keuntungan yang besar di masa mendatang dan kesempatan merubah kehidupan anda seperti yang saya rasakan. Karena apa yang anda putuskan kemarin berdampak pada hari ini dan apa yang anda putuskan hari ini hari ini berdampak pada masa depan anda.

Tidak Mau menunggu lebih lama lagi untuk sukses di Oriflame? Silakan klik di tombol bawah!


Terimakasih atas perhatian anda dan saya harap anda bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan anda!

Salam Hangat,

 

Felicia Wiwih

feliciawiwih@yahoo.com

HP.085221607843

Posted by PeluangBisnisMahasiswa in 05:42:17 | Permalink | Comments Off